Reses di Biak Numfor, Anggota DPR Papua Serap Aspirasi Nelayan hingga Pendidikan

Gambar: Reses di Biak Numfor, Anggota DPR Papua Serap Aspirasi Nelayan hingga Pendidikan.

TNews, BIAK – Anggota DPR Papua, Johanes Markus Wakum, turun langsung ke wilayah Kabupaten Biak Numfor dalam rangka menjalankan agenda reses sekaligus pengawasan dan hearing sejak tanggal 14 Maret lalu.

Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyambangi sejumlah distrik dan kampung untuk mendengar secara langsung kondisi serta kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput.

Dalam kunjungan itu, Wakum mendatangi beberapa titik, di antaranya Kampung Swaipak di Distrik Swandiwe, Kampung Musbor di Distrik Biak Utara, Kampung Yenusi di Distrik Biak Timur, hingga Kampung Waupnor di Distrik Biak Kota.

Dari hasil pertemuan bersama warga, ia mencatat berbagai persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan program pemerintah, mulai dari sektor perikanan, pertanian hingga pengembangan UMKM, termasuk sejumlah hambatan yang masih dihadapi masyarakat.

Di Kampung Swaipak, Distrik Swandiwe, Wakum menyebut kebutuhan masyarakat nelayan masih sangat mendesak, terutama terkait penyediaan alat tangkap, rumpon, serta fasilitas pendingin ikan.

Menurutnya, keberadaan sarana tersebut akan sangat membantu meningkatkan hasil tangkapan dan menjaga kualitas ikan, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi keluarga nelayan.

“Selain itu, masyarakat juga berharap program kampung nelayan merah putih dapat dibangun di Kampung Swaipak, karena program ini diyakini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujar Johanes Wakum saat ditemui di Biak, Sabtu (28/3/2026)

Tidak hanya sektor perikanan, kebutuhan dasar lain juga menjadi perhatian, seperti bantuan rumah layak huni yang hingga kini masih sangat dibutuhkan warga.

Di bidang pendidikan, masyarakat mengeluhkan belum adanya sekolah dasar (SD) di Kampung Swaipak, sehingga anak-anak harus berjalan cukup jauh menuju SD di Kampung yang berdekatan untuk mengenyam pendidikan.

“Masyarakat berharap adanya pembangunan sekolah dasar di Kampung Swaipak agar anak-anak bisa lebih mudah mengakses pendidikan, termasuk untuk kampung-kampung sekitar,” tambahnya.

Di sektor kesehatan, warga juga menyampaikan keluhan terkait penonaktifan BPJS PBI yang menyebabkan mereka kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Masyarakat berharap pemerintah dapat kembali mengaktifkan program tersebut agar pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah dijangkau.

Dalam kesempatan itu, Wakum juga menyerahkan bantuan bahan material untuk pembangunan Gedung Sekolah Minggu (GSM) Jemaat GKI Aisya Swaipak sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda di kampung tersebut.

Seluruh aspirasi yang dihimpun selama reses ini, lanjut Wakum, akan menjadi bahan perjuangan di DPR Papua guna mendorong pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah Biak Numfor.*

Tinggalkan Balasan