TNews, BIAK – Anggota DPD RI, Pendeta David Harold Waromi melakukan pertemuan bersama para guru di SMA YPK Imanuel Agung Samofa, Kabupaten Biak Numfor, didampingi Wakil Ketua I DPRK Biak Numfor Noak Krey.
Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk menyerap langsung berbagai aspirasi terkait kebutuhan pendidikan di sekolah tersebut.
Dalam dialog bersama guru, sejumlah persoalan disampaikan, di antaranya terkait bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dinilai masih terbatas serta kebutuhan penambahan kuota penerima.
Selain itu, para guru juga mengeluhkan nasib tenaga honorer yang hingga kini belum diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Waromi menegaskan, kehadirannya di Biak Numfor merupakan bagian dari upaya untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
“Kehadiran saya di Biak Numfor untuk mendengar langsung apa yang menjadi aspirasi dan juga keluhan, terutama di bidang pendidikan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi yang disampaikan.
“Saya akan menyampaikan keluhan dari para guru ini kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat agar bisa menjadi perhatian serius,” tambahnya.
Sementara itu, Noak Krey menjelaskan bahwa kunjungan kerja DPRK dilakukan untuk melihat langsung kondisi tenaga pendidik, baik ASN maupun honorer, yang dinilai masih menumpuk di sekolah negeri.
“Kunjungan ini dalam rangka melihat kebutuhan ASN dan honorer guru, karena saat ini masih menumpuk di sekolah negeri,” kata Noak Krey.
Ia mengungkapkan, berbagai persoalan mendasar ditemukan dalam kunjungan ke sejumlah sekolah, mulai dari kekurangan tenaga guru, kondisi bangunan yang rusak, hingga sarana prasarana yang belum memadai.
“Semua aspirasi ini akan kami bawa dalam rapat dewan untuk disinergikan dengan anggaran pemerintah daerah agar mendapat perhatian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Noak menekankan pentingnya pemerataan distribusi guru, khususnya bagi tenaga ASN dan PPPK yang akan diangkat dalam waktu dekat.
“Kami minta tenaga guru, baik ASN maupun PPPK, dapat disebarkan merata ke semua satuan pendidikan, terutama sekolah swasta yang benar-benar kekurangan guru,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa kunjungan kerja tidak hanya difokuskan di wilayah perkotaan, tetapi menjangkau daerah pinggiran hingga kepulauan.
“Kita harus turun langsung untuk mendengar dan melihat, sehingga memiliki data valid yang bisa disandingkan dengan dinas terkait,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala SMA YPK Imanuel Agung Samofa, Marselus Frans Yusak Satia, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut serta perhatian yang diberikan kepada sekolahnya.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Senator atas arahan dan perhatian terhadap pendidikan di Papua, khususnya di Biak Numfor,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pihak sekolah telah menyampaikan sejumlah kebutuhan, mulai dari bantuan fasilitas bangunan, beasiswa PIP dan KIP, hingga kekurangan tenaga guru serta perangkat pendukung seperti laptop dan komputer.
“Kami juga sudah menyiapkan data yang diminta, harapannya tahun ini sekolah kami bisa mendapatkan bantuan tersebut,” katanya.
Marselus juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu dijelaskan mekanisme bantuan perangkat teknologi pendidikan.
“Untuk bantuan laptop atau komputer itu bukan dari Kementerian Pendidikan, tetapi dari Kementerian Sains dan Teknologi,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, ia turut menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas bantuan yang sudah diberikan, seperti program MBG, fasilitas TV panel, dan program lainnya,” tutupnya.*













