TNews, BIAK – Kunjungan kerja anggota David Harold Waromi di Kabupaten Biak Numfor dimanfaatkan dengan melakukan penanaman perdana sayuran dan buah bersama pengurus Tani Merdeka di Kampung Moibaken, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Papua, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan di atas lahan pertanian seluas 100 hektar yang telah digarap sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional.
Senator David Harold Waromi yang juga ditunjuk sebagai Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Papua mengatakan, para pengurus Tani Merdeka memiliki komitmen bersama untuk menghadirkan solusi bagi sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Biak Numfor dan wilayah Tanah Papua secara umum.
Menurutnya, program pengembangan lahan pertanian tersebut diharapkan dapat menjadi contoh atau pilot project dalam mendorong swasembada pangan di daerah.
“Para pengurus Tani Merdeka punya kesepakatan bersama untuk menjadi solusi bagi Kabupaten Biak Numfor, tetapi juga untuk keseluruhan Tanah Papua melalui swasembada pangan yang kita lakukan bersama. Kita berharap ini bisa menjadi pilot project, sehingga jika di Biak Numfor bersama pemerintah daerah bisa berkolaborasi dan menghasilkan sesuatu, maka hal yang sama juga bisa terjadi di provinsi-provinsi lain,” ujarnya.
Waromi juga berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait dapat memberikan dukungan kepada para petani, khususnya dalam penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit serta pupuk.
Menurutnya, dukungan tersebut perlu diberikan secara terpadu agar lahan yang telah tersedia dapat dikelola secara maksimal oleh para petani.
Sementara itu, Pembina Tani Merdeka Kabupaten Biak Numfor, Noak Krey, mengatakan kegiatan penanaman tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto terkait swasembada pangan nasional serta mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Ia menjelaskan, lahan seluas 100 hektar di Kampung Moibaken akan ditanami berbagai jenis komoditas pertanian seperti pakcoy, sawi melodi, semangka, serta jagung yang ditanam sebagai tanaman sela.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan tambahan lahan sekitar 50 hektar untuk pengembangan padi ladang.
“Hari ini kami ada di Moibaken bersama Senator Harold Waromi yang melakukan kunjungan kerja ke Biak Numfor dan wilayah Saireri. Bersama-sama kami melakukan penanaman di kebun seluas 100 hektar ini dengan berbagai jenis sayuran, semangka dan juga jagung. Berikutnya kami juga menyiapkan lahan sekitar 50 hektar untuk padi ladang,” kata Noak Krey.
Menurutnya, pengembangan lahan tersebut juga diarahkan untuk mendukung program pemenuhan kebutuhan pangan bagi program MBG sekolah rakyat dan sekolah lainnya di Biak Numfor serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sementara itu Ketua Tani Merdeka Biak Numfor, Mandra Faknik, menambahkan kebun yang dibuka di Kampung Moibaken tersebut akan dijadikan sebagai lahan percontohan (demplot) bagi para petani di wilayah setempat.
“Tujuan kita membuka kebun ini adalah menjadikannya sebagai demplot agar mendorong para petani merespons program swasembada pangan, sekaligus memenuhi kebutuhan dapur SPPG atau MBG serta kebutuhan pasar di Biak. Bahkan hasil pertanian ini juga bisa disuplai ke daerah kabupaten/ kota terdekat,” ujarnya.
Di sisi lain, penyuluh pertanian Kabupaten Biak Numfor, Felix Boseren, mengakui proses pengolahan lahan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan alat mekanisasi pertanian.
Ia menjelaskan lahan tersebut digarap selama dua hari menggunakan mesin traktor yang disewa oleh kelompok tani.
Dengan adanya pengembangan lahan pertanian tersebut, Tani Merdeka berharap kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat sehingga program swasembada pangan benar-benar dapat terwujud di Kabupaten Biak Numfor dan wilayah Tanah Papua secara luas.*













